Rabu, 13 Oktober 2010

GANGGUAN TEKNIS

Ternyata imbas KIR kemaren masih kerasa.Imbasnya terkena pada laptop saya yang menjadi korban keganasan virus kantor yang terkenal dari para siswa sangat ganas.

Ini terjadi karena ketika kita mau ngeprint hasil makalah dan karena di laptop saya,yang kebetulan andil dalam kir ga ada driver printernya,kepaksa deh flash disk saya harus dipasangin ke komputer dengan penuh virus itu.

Minggu, 03 Oktober 2010

KEMENANGAN TENGAH


Sudah berminggu-minggu usaha yang dilakukan untuk mengikuti sebuah lomba sebagai perwakilan dari sekolah.Lomba ini memakan banyak pikiran,tenaga,waktu,dan terkadang biaya.

Bermula dari deadline yang sangat gila(bayangkan,waktu yang diberikan Cuma 2 hari) buat mikirin konsep dan langsung mewujudkannya dalam bentuk tulisan dan pengetahuan yang sangat minim bagaimana mewujudkan sebuah konsep dalam bentuk karya tulis.

Sabtu, 25 September 2010

BERGAYA DAN MENGGODA

Fashion dalam kamus saya yang berarti bergaya kayanya sudah suatu keharusan dizaman ini bahkan hukumnya sudash wajib buat para fanatik fashion.Hampir disetiap kesempatan kalo bisa harus tampil fashionnable(kalo ga salah tulis) artinya hey "ini loe gw,canti/ganteng kan gw.N ini barang mahal loe" kalo mengutip dari perkataan fashion mania yang sengaja berfashion untuk mencari penampilan.Vis.

Selasa, 21 September 2010

KONSUMSI FILM MASYARAKAT

Masyarakat disuguhi dengan film-film alay yang cuma ngejar uang ga memhatiin efeknya ke masyarakat luas.Sempet kesel juga dengan fil softporn dengan berbagai genre terlebih komedi dan misteri yang tersebar dipasaran film Indonesia.

Senin, 20 September 2010

review DARAH GARUDA

Epik penuh dengan action yang tegang dan dipotret dengan brilian oleh aktor-aktor berbakat papan atas Indonesia, film DARAH GARUDA adalah sebuah cerita mengenai kelompok heroik kadet yang bergerilya di pulau Jawa pada tahun 1947. Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu, dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda, demi menyelamatkan para perempuan yang mereka cintai. Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman dimana mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat: sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947. Menembus dalam ke hutan, mereka bertemu dengan kelompok lain dari separatis Islam, juga sekutu baru maupun yang potensial berkhianat: mata-mata kolonial dengan pangkatnya sendiri dan sekutu orang-orang sipil dari jalanan; dan musuh lama yang bertanggung jawab atas intelijen Belanda. Terkepung, baik oleh musuh dari luar maupun dari dalam, para pahlawan harus bersatu dan saling percaya karena mereka berjuang demi mengejar satu tujuan: Kemerdekaan.