Kamis, 23 Juni 2016

CERITA WORKSHOP FILM DAN KELAS PENULISAN

Sebelumnya gue adalah tipe manusia congkak yang ilmunya cetek tapi sok pinter banget, ya itu guedulu sebelum ikut workshop pelatihan pembuatan film tingkat dasar di Bogor oleh pusbang.
Gue lolos kelas penulisan, satu-satunya kelas yang gue pilih karena pas ikut seminar dari sutradara “Blue Eyed Boy” dia bilang scenario itu berapa persen dari film, kalau gue ga salah ingat dia bilang 80 persen.



Disana gue ketemu banyak orang-orang yang emang kerja di dunia film, penghobi sampai yang coba-coba doing dari seluruh Indonesia. Disana ada yang dari Papua, Jambi, Jawa, sampai sekamar sama orang Aceh. Jadi tiap satu kamar itu diisi sama dua orang dikelas yang sama.

Dari kelas penulisan skenario gue banyak dapat ilmu tahapan membuat cerita hingga layak dijadiin film, jadi ada beberapa tahapan biar pas produksi entah tuh cerita udah mantep.

Oh iya cerita sedikit, di workshop itu ada tiga kelas, penyutradaraan, sinematografi sama penulisan skenario.

Kalau untuk dapat ilmu dari workshopnya sendiri sih sebetulnya kurang, karena dengan waktu Cuma seminggu kita harus menguasai banyak sekali materi yang seharusnya diajarkan beberapa semester.
Tapi untungnya gue jadi salah satu member bioskop pinggir kolam, yaitu itu inisiatif dari peserta mutarin film-film mereka habis itu di diskusiin. Sumpah banyak banget ilmunya, terus masing-masing daerah itu punya misi difilmnya,trik produksinya, sampai permasalahan yang mereka hadapi ketika produksi. Pengetahuan gue kaya banget jadinya. Dan ketika gue nulis paragraph ini gue jadi rindu bioskop pinggir kolam.

Tapi ga Cuma itu kadang-kadang pas malam hari ketika jadwal udah habis kita jalan-jalan ke mall, biasanya botani sih dan disitu kita nonton. Selma seminggu itu aja udah 3 kali gue nonton, dari x-men apocalypse, my stupid boss sampa jangan dengerin sendiri.

Buat makan sih walaupun mewah tapi bosan banget untuk lauknya, karena selalu ayam, dengan nama yang berbeda padahal keliatannya sama aja dan rasanya juga sama aja. Tapi ya namanya gratisan disyukurin aja deh yang penting kenyang, gue jangan betingkah lah.

Berangkatnya enak banget naik pesawat Garuda dari Banjarmasin ke Jakarta, tapi untungnya saat itu udah di bookingin sama panitia sih, tapi seandainya suruh booking sendiri gampang kok zaman internet sekarang ya tinggal booking tiket online aja, kan mudah banget tuh trus bayarnya pake sms banking aja.


Mudahan sih ditahun selanjutnya gue bisa ikut workshop semacam ini lagi, dan janjinya pusbang bakal ngadain lagi buat yang tingkat menengah.

1 komentar:

  1. sampe sekarang masih sok pinter gue luhat whahaha

    gung tulisan lo bahasanya campur ada bahasa indonesia, Banjar dan gaul banjar, tulisannya banyak typo gung, ngga lu edit ya -_-

    BalasHapus

biasakan budaya komentar
thnks